Visitors
| 100% | | Indonesia |
| Total: | 1325 |
Who's Online
We have one guest and no members online
Workshop dan Seminar Nasional Pendidikan Anak Autis 2010
- Details
- Created on Monday, 06 December 2010 12:11
- Written by nff
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
Workshop dan Seminar Nasional Pendidikan Anak Autis 2010 dibuka oleh Bapak Wamendiknas Prof. Dr. Fasli Jalal di Ball Room Aquarius Boutique Hotel, pada tanggal 2 Desember 2010. Selain itu sambutan juga dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Tengah A. Teras Narang, SH. beserta laporan dari Kadis Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan, SH., M.Pd.. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Yohanes Surya, dan Ibu Gayatri Pamoedji SE., M.Hc yang merupakan narasumber pada acara ini sekaligus pendiri Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI).
Workshop dan Seminar Nasional ini merupakan suatu sarana yang sangat penting bagi pengembangan pendidikan anak-anak yang menyandang autisme dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan khusus serta mewujudkan wajib belajar pendidikan dasar yang dalam hal ini masih menghadapi kendala dalam mendapatkan akses pendidikan. Anak penyandang autisme juga berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang dalam bidang pendidikan. Dalam upaya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam dirinya, yang diharapkan keluarga, serta lingkungannya, dimana pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan adanya workshop ini bagi Kepala Sentra PK & PLK dan guru-guru SLB se-Indonesia diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan kemampuan dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi anak penderita autis, mendidik menjadi anak yang pandai, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Maka dari itu pendidikan bagi anak penyandang autis menjadi sangat strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya. Dalam memberi pelayanan pendidikan bagi anak penyandang autis agar membuat action plan dan dapat menyusun bahan ajar untuk anak penyandang autis yang sesuai sehingga dapat bersaing dengan anak lain seusianya.

